Jumat, 08 April 2011

Makalah Narasi


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Menulis paragraf narasi termasuk kegiatan mengarang. Hasil dari kegiatan mengarang adalah berupa karangan. Karangan merupakan bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan menulis atau pengarang dalam kesatuan yang utuh.
Untuk menulis sesuatu hal yang menarik kita perlu berfikir. Sebuah paragraf yang menarik, pertama kita harus apa itu paragraf. Paragraf merupakan sekelompok kalimat yang mengandung beberapa informasi yang relevan tentang suatu ide. Paragraf yang baik biasanya terpusat pada satu topik kalimat. Ketika kita mempunyai petunjuk untuk mulai menulis, kita dapat menyelesaikan paragraf tersebut dengan sukses. Sebuah kalimat topik akan membantu kita untuk memilih informasi yang relevan.
Pada dasarnya paragraf terdiri dari 3 bagian, yaitu perkenalan, isi dan kesimpulan. Pada bagian perkenalan, sebuah paragraf akan secara langsung memaparkan sesuatu yang menjadi tema atau topik paragraf tersebut. Dalam bagian ini masalah belum sepenuhnya dipaparkan. Biasanya hanya secara global saja sebuah masalah itu diperkenalkan. Kemudian pada bagian isi, tema paragraf tersebut mulai memunculkan masalah utamanya, yang tadinya global kemudian mulai mengerucut. Ide pokoknya mulai menampakkan klimaksnya. Dan yang terakhir merupakan bagian kesimpulan. Bagian berisi suatu pemecahan dari masalah yang telah dipaparkan pada bagian isi tadi. Di bagian ini pula diberikan suatu kesimpulan tentang paparan yang sudah tertulis diatas.



B. Rumusan masalah

            Dari latar belakang dan judul di atas maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.    Apa yang dimaksud dengan karangan narasi?
2.    Apa saja jenis-jenis karangan narasi dan perbedaannya?
3.    Bagaimanakah langkah-langkah menyusun/menulis karangan narasi?

C. Tujuan penelitian

            Sesuai dengan permasalahan diatas maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.    Mengetahui apa yang dimaksud dengan karangan narasi
2.    Mengetahui jenis karangan narasi dan perbedaan-perbedaannya
3.    Mengetahui langkah-langkah dalam menyusun/ menulis karangan narasi

D. Metodologi
      Dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (telaah kepustakaan), yaitu cara yang dilakukan oleh seseorang dalam sebuah penelitian dan penulisan laporan dengan melibatkan data dan informasi yang telah dipublikasikan oleh orang lain melalui media massa (Slamet, 2004:51).










BAB II
PEMBAHASAN
1.     Pengertian Narasi

Dalam KKBI (2002:774) narasi adalah pengisahan suatu cerita atau kejadian, ceritaatau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa, kisahan.

Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas jelasnya kepada pembaca tentang suatu peristiwa yang telah terjadi (Keraf, 2000:136).

Narasi adalah suatu karangan yang berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. (Achmad,dkk.1992:50)

Narasi adalah karangan yang berupa rangkaian peristiwa yang  berdasarkan urutan waktu. Karangan yang termasuk jenis ini adalah karangan fiksi, seperti novel, cerpen, dan roman. (Abdul Munif.2007:5)

Narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman nmanusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu (Semi, 2003:29).

Dari pendapat- pendapat di atas, dapat diketahui ada beberapa halyang berkaitan dengan narasi. Hal tersebut meliputi: 1.) berbentuk cerita atau kisahan, 2.) menonjolkan pelaku, 3.) menurut perkembangan dari waktu ke waktu, 4.)  disusunsecarastematis.

1.1 ciri-ciri karangan narasi
ada beberapa cirri karangan narasi dari karangan lain/ adapun cirri tersebut adalah:

1.1.1     dari segi isi.
Karangan narasi isinya berupa cerita atau memaparkan suatu peristiwa. Baik peristiwa rekaan maupun peristiwa yang nyata. (Keraf.1989:138)
1.1.2     dari segi tujuan
sasaran utama narasi bukan memperluas pengetahuan seseorang tetapi berusaha memberi makna atas peristiwa atau bkejadian itu sebagai pengalaman. Kerena, sasarannya adalah makna peristiwa atau kejadian itu. (Keraf.1989:138)

1.1.3     dari segi unsur
narasi dapat dilihat dari komponen-kompionen yang memebentuknya : perbuatan, penokohan, latar, dan sudut pandang. (Keraf.1989:138)

1.1.4     dari segi penggunaan bahasa
bahasa yang digunakan dalam karangan narasi ada yang cenderung figuratif dan menitik beratkan kata-kata konotatif dan ada juga yang cenderung kebahasa informatif dengan  menitikberatkan kepada penggunaan kata-kata denotatif

Ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagaiberikut:
-Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis.
-Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
-Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
-Memiliki
nilaiestetika.
-Menekankan
susunansecarakronologis.

….Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraflebihmemilih..ciri..yang..menonjolkan..pelaku.


2.    jenis-jenis karangan narasi dan perbedaannya
2.1.NarasiEkspositorik(NarasiTeknis)
……Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atay sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan..unsursugestif..atau..bersifat..objektif.

2.2.Narasi
Sugestif
…..Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.

2.3 Perbedaan Antara Narasi Ekspositorik dan Sugestif
Menurut Keraf (1987:133-139), narasi ekpositoris dan narasi sugestis memiliki..ciri-ciri..yang..berbeda.

2.3.1Narasi..ekspositoris..memiliki..ciri-ciri..sebagai..berikut:
    a.Memperluas..pengetahuan
    b.Menyampaikan...informasi..mengenai..suatu..kejadian
    c.Didasarkan pada penalaran untuk mencapai kesepakatan nasional; dan
    d.Bahasanya lebih cenderung ke bahasa informatif dengan menitik ……beratkan..pada..penggunaan..kata-kata..denotatif.

2.3.2 Sedangkan narasi sugestis memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
            a.Menyampaikan suatu makna atau amanat yang tersirat;
            b.Menimbulkan..daya..khayal;
            c.Penalaran hanya berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan     ………...makna,sehingga kalau perlu penalaran dapat dilanggar; dan
            d.Bahasanya lebih cenderung ke bahasa figuratif dengan menitik      ………...beratkan..pada..penggunaan...kata-kata..konotatif.

         Berdasarkan kutipan di atas, tujuan narasi  ekspositoris adalah untuk memberikan informasi kepada para pembaca agar pengetahuannya bertambah luas. Sedangakan narasi sugestis menyampaikan suatu makna kepada pembaca melalui daya khayal yang dimilikinya, sehingga dapat menimbulkan daya tarik bagi pembaca dari daya khayal yang dikembangkan oleh pengarangnya. Jadi, jelas bahwa antara narasi ekspositoris dan narasi sugestis terdapat perbedaan tujuan pengarang dalam menarasikan suatu kejadian atau peristiwa.

3.    Langkah-langkah menyusun karangan narasi
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah –akhir.
3.1 Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan   
 …..tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
3.2 Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik
…...lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai …...klimaks,secara..berangsur-angsur..cerita..akan..mereda.
3.3 Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam.
…..Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula …..yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan …..pembaca..untuk..menebaknya..sendiri.
Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus" 5 W + 1 H,
1.(What)
..Apa..yang..akan..diceritakan,
2.(Where)
..Di..mana..seting/lokasi..ceritanya,
3.(When)
..Kapan..peristiwa-peristiwa..berlangsung,
4.(Who)
..Siapa..pelaku..ceritanya,
5.(Why)
..Mengapa..peristiwa-peristiwa..itu..terjadi,..dan
6.(How)
..Bagaimana..cerita..itu..dipaparkan.

Contoh
..narasi..berisi..fakta:

Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang..penjajah.
Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.
Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun
..1949.
Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang.



Contoh..narasi...fiksi:

Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang..terasa..begitu..menyiksa.
Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga?
Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

Adapun pendapat lain menyebutkan langkah- yang harus dilakukan dalam menyusun..karangan..narasi,..antara..lain:
1.)Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
2.)Tetapkan
..sasaran..pembaca..kita
3.)Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk  
….skema..alur
4.)Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir
cerita
5.)Rincian peristia-peristiwa uatama ke dalam detail-detail peristiwasebagai
pendukung..cerita
6.)Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang.







III PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa:
1.    Narasi di bagi menjadi dua jenis yaitu narasi ekspositoris dan narasi sugestif. Kedua jenis narasi ini dapat dibedakan melalui cirri-ciri yang terkandung dalam karangan narasi itu sendiri.
2.    Penulisan karangan narasi dapat menggunakan metode 5W+1H.
B. SARAN
Dari hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar makalah ini dapat membantu dan menjadi acuan dalam menyusun karangan narasi. Penulis juga menyarankan kepada pembaca agar mampu menulis karangan narasi dengan baik menggunakan metode 5W+1H.


















DAFTAR PUSTAKA

Achmad, dkk. 1992. Aku Pandai Mengarang. Jakarta: PT Edumedia.

Keraf, Gorys. 1981. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.

Abdul Munif, Junaidi.2007. Mengenal Jenis-Jenis Karangan. Satu Buku.

Muslich, Masnur muslich-m.blogspot.com/2007/08/jenis-karangan-dan-langkah-langkah.html,                                      
          Jenis karangan dan langkah-langkah mengarang.2007

Sudiati, Vero, dkk. 2005. Kiat Menulis Deskripsi dan Narasi. Jogjakarta: Pustaka Widyatama.

Wikipedia ensiklopedia bebas. http://id.wikipedia.org/wiki/Narasi#Jenis-jenis_narasi, Jenis-jenis Narasi, 2011.

Wikipedia ensiklopedia bebas. id.wikipedia.org/wiki/Karangan, Karangan,    20011.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar